Memberikan semua informasi terkait update,launching dan tips dan trik seputar dunia gadget dan game online maupun offline.
Jika Anda mengikuti perjalanan konsol Playstation semenjak awal era milenial lalu, pasti sangat mengenal dua judul game fenomenal karya Fumito Ueda beserta Team Ico, yaitu Ico (2001) dan Shadow of the Colossus (2005).

Kedua game yang ditujukan untuk konsol Playstation 2 ini dikenal dengan game yang memiliki seni tinggi, karena desain lanskap minimalis, gameplay mendalam serta perjalanan karakter yang emosional.

Kemudian pada tahun 2007, Fumito dan Team Ico mulai mengembangkan game The Last Guardian dengan style dan gameplay yang sama seperti 2 titel sebelumnya.

Sehingga pada ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2009, game The Last Guardian diumumkan akan segera dirilis secara eksklusif pada tahun 2011 untuk konsol Playstation 3.

Namun sayang, karena mengalami penundaan yang terlalu lama akibat kendala hardware konsol Playstation 3 yang tidak memadai, pengembangan game ini mulai dipindahkan ke konsol Playstation 4 pada tahun 2012.

Kabar inilah yang menimbulkan anggapan baru di kalangan gamer pada waktu itu, bahwa game The Last Guardian tidak akan pernah dirilis.

Hingga pada akhirnya Fumito membentuk tim baru yang dinamakan genDESIGN (sisa anggota Team ICO yang lepas dari Sony) bekerjasama dengan SIE Japan Studio mulai akktif mengerjakan game The Last Guardian dengan serius.

Pada ajang E3 tahun 2015, secara mengejutkan The Last Guardian diperkenalkan kembali ke publik dan diberitakan akan segera dirilis pada tahun 2016.

Kini, setelah penantian nyaris satu dekade atau 9 tahun lamanya, The Last Guardian akhirnya dirilis secara eksklusif untuk konsol Playstation 4 pada tanggal 6 Desember 2016 lalu di Jepang untuk pertama kalinya.
January 05, 2017 No comments » by RIDWAN HADI NOOR
Posted in
Dalam beberapa pekan, sebagian masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial dilanda demam 'om telolet om'.

Momen langka ini pun dimanfaatkan oleh sejumlah developer aplikasi mobile untuk membuat aplikasi yang berkaitan atau memiliki tema dengan klakson bus antar kota itu.

Ada yang sekadar aji mumpung, tapi ada pula developer yang cukup niat untuk membuat sebuah aplikasi permainan yang cukup asyik untuk dimainkan.

Aplikasi yang saya maksud di sini adalah Telolet Om!

Game Telolet Om! ini dikembangkan oleh developer lokal yang menamai dirinya Game Lokal Indonesia (GLI). Developer game lokal berbasis Cimahi, Jawa Barat ini memang masih terdengar asing di telinga penikmat game mobile Indonesia.

Game Telolet Om! ini dikembangkan oleh developer lokal yang menamai dirinya Game Lokal Indonesia (GLI). Developer game lokal berbasis Cimahi, Jawa Barat ini memang masih terdengar asing di telinga penikmat game mobile Indonesia.

Meski demikian, GLI telah melahirkan empat game sebelum Telolet Om!, yang di antaranya adalah Otan Kong, Perang Diponegoro, Timun Mas, dan Ghost Garden yang beberapa waktu lalu pernah kami review.

 Untuk yang Telolet Om! ini sendiri diciptakan sesuai dengan tagline GLI, yakni Bring Indonesian Culture to the Worlds.

Game seru yang lumayan menarik, di Google Play Store, ada banyak sekali aplikasi yang bertemakan telolet.

Hanya saja, seperti yang saya sebut di awal, kebanyakan memang aji mumpung belaka. Tampilan ala kadarnya dan cara memainkannya pun tidak seru.

Seperti contoh, ada aplikasi yang Anda hanya cukup menekan tombol dan mendengarkan suara beragam klakson bus antar kota. Ada pula yang menyediakan ringtone dengan suara telolet yang sayangnya semua itu tak lain rekaman kasar ketika berada di dekat bus.

Jadi, jangan heran jika ada suara bus berjalan atau suara bising lainnya yang 'bocor'.

Nah, untuk game Telolet Om! ini kami menemukan perbedaan dari aplikasi-aplikasi lainnya. Selain menyajikan suara klakson, game ini nyatanya juga mengajak Anda untuk mengasah kemampuan dalam mengingat.

Anda akan disuguhkan dengan sederet tombol. Tugas Anda hanya mengingat tombol mana saja yang harus dipencet ketika bus lewat. 

Di sini selain daya ingat, ketangkasan dan ketepatan waktu ketika memencet tombol juga sangat diperlukan. Game akan berakhir apabila Anda tidak tepat waktu memencet tombol-tombol ketika bus berlalu.

Semakin jauh level yang dimainkan, semakin banyak pula tombol yang tersaji. Karenanya, nada-nada klakson setiap level bisa berubah tergantung banyaknya tombol.

Kesimpulannya....
Game ini memang tidak seasyik game android yg lain seperti tahu bulat ...tapi tidak salahnya kalian buat coba download d play store...
January 04, 2017 No comments » by RIDWAN HADI NOOR
Posted in

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Blogroll

Pages